Sunday, June 7, 2015

Relational Database untuk Analisis Bibliometrik


Relatioal Database merupakan database yang saling terhubung satu sama lainnya. Relational Database  berfungsi untuk memudahkan pencarian data. Pada jurnal “A relational database for bibliometric analysis” dikembangkan skema relational database untuk database bibliometrik. Masalah database bibliometrik yang kurang memadai telah dibahas (moed, 1988) dan solusi yang diusulkan adalah mendownload data dari database on-line dan menyimpannya ke dalam database rumahan. Maka dari itu penulis memberi gambaran mengenai skema relational databes untuk database bibliometrik umum. Pemodelan data dilakukan dengan menggunakan  teknik pemodelan entity-relationship berdasarkan data struktural yang biasa ditemukan di artikel jurnal. Kegunaan dari skema database yang dikembangkan ditunjukkan dalam query SQL untuk masalah bibliometrik umum. Skema database dalam jurnal tidak mencakup data untuk semua masalah bibliometrik yang ada, meskipun begitu skema tersebut dapat menjadi dasar yang kuat untuk masalah-masalah lainnya.

 

Business Process Re-engineering. Proses Pembuatan dan Perpanjangan Izin Usaha


Pada tulisan saya yang sebelumnya sudah dibahas mengenai rekayasa ulang proses bisnis (BPR) sebagai upaya untuk meningkatkan kinerja pada aspek biaya, pelayanan, dan kecepatan. Sebagai salah satu proses belajar untuk semakin memahami BPR, kami diminta membuat proses bisnis sesuai tema yang diberikan. Saya bersama Mila dan Windi membuat bisnis proses pembuatan dan perpanjangan izin usaha. Proses bisnis pembuatan dan perpanjangan izin usaha ini kami ambil dari proses bisnis pembuatan izin usaha oleh BPMP2T (Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu) di Kota Depok. Data proses bisnis ini kami dapatkan melalui wawancara dengan Mbak Nisa, Staf UKM Center FEUI dan Bapak Saeful, Staf Perizinan BPMP2T Kota Depok.

BPMP2T Kota Depok menangani pengurusan beberapa macam izin, salah satunya adalah pembuatan dan perpanjangan izin usaha. Dalam tugas ini, kami mengambil cakupan kegiatan pembuatan dan perpanjangan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP). Dalam pembuatan Surat Izin Usaha Perdagangan, dokumen yang diperlukan untuk setiap jenis usaha baik PT, CV, Koperasi, ataupun Perorangan berbeda-beda, namun dokumen inti yang harus ada di setiap jenis usaha sama, yaitu :
- Surat izin gangguan HO
- Fotokopi KTP
- Fotokopi NPWP
- Neraca Awal Perusahaan
- Foto Pemilik/Penanggung Jawab

Proses pembuatan dan perpanjangan surat izin usaha umumnya sama, perbedaannya ada di pembuatan surat izin gangguan HO. Surat izin gangguan HO adalah surat surat keterangan yang menyatakan tidak adanya keberatan dan gangguan atas lokasi usaha yang dijalankan oleh suatu kegiatan usaha di suatu tempat. Untuk pembuatan SIUP, pengaju harus membuat surat izin gangguan HO terlebih dahulu. Sementara untuk memperpanjang SIUP, tidak perlu membuat surat izin gangguan HO lagi, cukup memberikan fotokopi atau bukti kepemilikan surat izin gangguan HO.

Berikut kami gambarkan proses ringkas pembuatan dan perpanjangan SIUP:




Contoh pembuatan BPM izin usaha
menggunakan software Oracle BPM Studio:
Setelah itu kami diminta untuk membuat improvement dari bisnis proses tersebut. Beikut hasil improvement berupa penurunan waktu pembuatan/perpanjangan izin usaha:

 

BAB 10 Implikasi Etis dari Teknologi Informasi

Pada tulisan ini dibahas sedikit bagaimana komputer seharusnya diaplikasikan dalam sebuah perilaku yang etis. Tujuannya agar pelaku bisnis dan juga spesialis informasi bisa mengenali tanggung jawab yang jelas dalam moral, etis dan juga hukum. Penggunaan komputer di dunia bisnis diarahkan oleh nilai moral dan etis manajer, spesialis informasi, pengguna, serta hukum yang berlaku. Pada suatu organisasi perushaan, budaya etika dapat diterapkan melalui kredo perusahaan, program etika, dan kode perusahaan yang telah disesuaikan. Masyarakat tidak hanya mengharapkan pemerintah dan pebisnis untuk menggunakan komputer dengan cara yang etis, tetapi juga menuntut hak terkait dengan komputer dan informasi yaitu:
  1. Hak Privasi
  2. Hak untuk Mendapatkan Keakuratan
  3. Hak Kepemilikan
  4. Hak Mendapatkan Mengakses
Perusahaan tidak perlu mencoba melakukan semua pekerjaan sendiri untuk mencapai budaya etis. Ada bantuan dalam bentuk kode etik dan program pendidikan etis yang dapat memberikan dasar untuk budaya. Program pendidikan dapat membantu dalam mengembangkan kredo perusahaan dan dalam menempatkan program etika di suatu tempat. Kode etik dapat digunakan atau disesuaikan dengan perusahaan. Salah satunya kode etik ACM (Association for Computing Machinery) dan perilaku professional.

Manajemen Proses Bisnis. Simulasi Kegiatan Sejak Bangun Tidur hingga sampai di Kelas

Business process management (manajamen proses bisnis), disingkat BPM, adalah suatu metode penyelarasan secara efisien suatu organisasi dengan keinginan dan kebutuhan organisasi tersebut. BPM merupakan suatu pendekatan manajemen holistik untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi bisnis sebagai upaya untuk mencapai inovasi, fleksibilitas dan integrasi dengan teknologi. BPM berupaya untuk melakukan perbaikan proses secara berkelanjutan atau bisa juga disebut sebagai suatu proses 'optimalisasi proses'. Untuk membuat BPM, kita dapat menggunakan software Oracle BPM Studio. Sebagai bahan untuk belajar, kita dapat membuat BPM sederhana seperti proses sejak awal bangun tidur sampai tiba di kelas.  Berikut saya sertakan contoh yang saya buat. Semoga bermanfaat bagi pembaca.

Saturday, June 6, 2015

Dampak Rekayasa Ulang Proses Bisnis pada Kinerja Organisasi



Menurut Hammer dan Champy (1993) Business Process Reengeneering (BPR) didefinisikan sebagai "... meninjau kembali dan mendesain ulang proses organisasi, dalam rangka mencapai peningkatan kinerja pada aspek biaya, pelayanan dan kecepatan". Pengembangan organisasi merupakan proses yang berkesinambungan. Dalam lingkungan yang kompetitif, organisasi yang  merancang dan mengimplementasikan Business Process Reengineering (BPR) yang dipilih secara efektif maka akan meningkatkan keunggulan kompetitifnya. Hammer (1990) menganggap teknologi informasi (TI) sebagai faktor kunci dalam BPR untuk organisasi jika ingin mendapatkan perubahan yang besar pada operasi mereka. Pada sebuah jurnal diteiti mengenai dampak rekayasa ulang proses bisnis pada kinerja organisasi dengan objek penelitian bank di Nigeria. Hasil penelitian itu menyimpulkan bahwa rekayasa ulang proses bisnis telah menjadi "senjata" setiap organisasi perusahaan dalam meningkatan kinerja dan menentukan strategi terkait biaya dalam pengoperasian industri dan lingkungan. Dengan proses rekayasa ulang organisasi dapat beroperasi secara efektif dan seefisien mungkin. Organisasi perlu untuk merekayasa ulang proses bisnis mereka untuk mencapai kinerja yang diinginkan dan hal itu merupakan strategi jangka panjang untuk perkembangan dan kinerja oraganisasi.