Relatioal Database
merupakan database yang saling terhubung satu sama lainnya. Relational Database
berfungsi untuk memudahkan pencarian
data. Pada jurnal “A relational database for bibliometric analysis” dikembangkan
skema relational database untuk database bibliometrik. Masalah database bibliometrik
yang kurang memadai telah
dibahas (moed, 1988) dan solusi yang diusulkan adalah mendownload data dari database on-line dan menyimpannya ke
dalam database rumahan. Maka dari itu
penulis memberi gambaran mengenai skema relational databes untuk database
bibliometrik umum. Pemodelan data
dilakukan dengan menggunakan teknik
pemodelan entity-relationship berdasarkan data struktural
yang biasa ditemukan di
artikel jurnal. Kegunaan dari skema database yang dikembangkan ditunjukkan dalam query SQL untuk masalah bibliometrik umum. Skema database dalam jurnal tidak mencakup data untuk semua masalah bibliometrik yang ada, meskipun
begitu skema tersebut dapat menjadi dasar yang kuat untuk masalah-masalah
lainnya.
Sunday, June 7, 2015
Business Process Re-engineering. Proses Pembuatan dan Perpanjangan Izin Usaha
Pada tulisan saya yang sebelumnya sudah dibahas mengenai
rekayasa ulang proses bisnis (BPR) sebagai upaya untuk meningkatkan kinerja
pada aspek biaya, pelayanan, dan kecepatan. Sebagai salah satu proses belajar
untuk semakin memahami BPR, kami diminta membuat proses bisnis sesuai tema yang
diberikan. Saya bersama Mila dan Windi membuat bisnis proses pembuatan dan
perpanjangan izin usaha. Proses
bisnis pembuatan dan perpanjangan izin usaha ini kami ambil dari proses bisnis
pembuatan izin usaha oleh BPMP2T (Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan
Terpadu) di Kota Depok. Data proses bisnis ini kami dapatkan melalui wawancara
dengan Mbak Nisa, Staf UKM Center FEUI dan Bapak Saeful, Staf Perizinan BPMP2T
Kota Depok.
BPMP2T Kota Depok menangani pengurusan
beberapa macam izin, salah satunya adalah pembuatan dan perpanjangan izin
usaha. Dalam tugas ini, kami mengambil cakupan kegiatan pembuatan dan
perpanjangan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP). Dalam pembuatan Surat Izin Usaha
Perdagangan, dokumen yang diperlukan untuk setiap jenis usaha baik PT, CV,
Koperasi, ataupun Perorangan berbeda-beda, namun dokumen inti yang harus ada di
setiap jenis usaha sama, yaitu :
-
Surat izin gangguan HO
-
Fotokopi KTP
-
Fotokopi NPWP
-
Neraca Awal Perusahaan
-
Foto Pemilik/Penanggung Jawab
Proses pembuatan dan perpanjangan surat
izin usaha umumnya sama, perbedaannya ada di pembuatan surat izin gangguan HO.
Surat izin gangguan HO adalah surat surat
keterangan yang menyatakan tidak adanya keberatan dan gangguan atas lokasi
usaha yang dijalankan oleh suatu kegiatan usaha di suatu tempat. Untuk
pembuatan SIUP, pengaju harus membuat surat izin gangguan HO terlebih dahulu.
Sementara untuk memperpanjang SIUP, tidak perlu membuat surat izin gangguan HO
lagi, cukup memberikan fotokopi atau bukti kepemilikan surat izin gangguan HO.
Berikut kami gambarkan proses ringkas pembuatan
dan perpanjangan SIUP:
Contoh pembuatan BPM izin usaha menggunakan software Oracle BPM Studio:
Setelah itu kami diminta untuk membuat improvement dari bisnis proses tersebut. Beikut hasil improvement berupa penurunan waktu pembuatan/perpanjangan izin usaha:
BAB 10 Implikasi Etis dari Teknologi Informasi
Pada tulisan ini dibahas sedikit bagaimana komputer
seharusnya diaplikasikan dalam sebuah perilaku yang etis. Tujuannya agar pelaku
bisnis dan juga spesialis informasi bisa mengenali tanggung jawab yang jelas
dalam moral, etis dan juga hukum. Penggunaan komputer di dunia bisnis diarahkan
oleh nilai moral dan etis manajer, spesialis informasi, pengguna, serta hukum
yang berlaku. Pada suatu organisasi perushaan, budaya etika dapat diterapkan
melalui kredo perusahaan, program etika,
dan kode perusahaan yang telah disesuaikan. Masyarakat tidak hanya mengharapkan
pemerintah dan pebisnis untuk menggunakan komputer dengan cara yang etis, tetapi
juga menuntut hak terkait dengan komputer dan informasi yaitu:
- Hak Privasi
- Hak untuk Mendapatkan Keakuratan
- Hak Kepemilikan
- Hak Mendapatkan Mengakses
Perusahaan tidak perlu mencoba
melakukan semua pekerjaan sendiri untuk mencapai budaya etis. Ada bantuan
dalam bentuk kode etik dan program pendidikan etis yang dapat memberikan dasar untuk
budaya. Program pendidikan dapat membantu dalam mengembangkan kredo perusahaan
dan dalam menempatkan program etika di suatu tempat. Kode etik dapat digunakan atau disesuaikan
dengan perusahaan.
Salah satunya kode etik ACM (Association for Computing Machinery)
dan perilaku professional.
Manajemen Proses Bisnis. Simulasi Kegiatan Sejak Bangun Tidur hingga sampai di Kelas
Business process management (manajamen proses bisnis), disingkat BPM, adalah suatu metode penyelarasan secara efisien suatu organisasi dengan keinginan dan kebutuhan organisasi tersebut. BPM merupakan suatu pendekatan manajemen holistik untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi bisnis sebagai upaya untuk mencapai inovasi, fleksibilitas dan
integrasi dengan teknologi. BPM berupaya untuk melakukan perbaikan
proses secara berkelanjutan atau bisa juga disebut sebagai suatu proses
'optimalisasi proses'. Untuk membuat BPM, kita dapat menggunakan software Oracle BPM Studio. Sebagai bahan untuk belajar, kita dapat membuat BPM sederhana seperti proses sejak awal bangun tidur sampai tiba di kelas. Berikut saya sertakan contoh yang saya buat. Semoga bermanfaat bagi pembaca.Saturday, June 6, 2015
Dampak Rekayasa Ulang Proses Bisnis pada Kinerja Organisasi
Menurut Hammer dan Champy
(1993) Business Process Reengeneering
(BPR) didefinisikan sebagai "... meninjau
kembali dan mendesain ulang
proses organisasi, dalam rangka mencapai peningkatan kinerja pada aspek biaya,
pelayanan dan kecepatan".
Pengembangan organisasi merupakan proses yang berkesinambungan. Dalam lingkungan yang
kompetitif,
organisasi yang merancang dan mengimplementasikan Business
Process Reengineering (BPR)
yang dipilih secara
efektif maka akan meningkatkan keunggulan kompetitifnya. Hammer
(1990) menganggap teknologi
informasi
(TI) sebagai faktor kunci dalam BPR untuk organisasi jika ingin mendapatkan perubahan
yang besar pada operasi
mereka.
Pada sebuah jurnal diteiti mengenai dampak rekayasa ulang proses bisnis pada kinerja organisasi
dengan objek penelitian bank di Nigeria.
Hasil penelitian itu menyimpulkan bahwa rekayasa ulang proses bisnis telah
menjadi "senjata" setiap organisasi perusahaan dalam meningkatan kinerja dan menentukan
strategi terkait
biaya dalam pengoperasian
industri dan lingkungan. Dengan proses
rekayasa ulang organisasi dapat beroperasi secara efektif dan seefisien mungkin. Organisasi perlu
untuk merekayasa ulang proses bisnis mereka untuk mencapai kinerja yang diinginkan dan hal itu merupakan strategi
jangka panjang untuk perkembangan
dan kinerja oraganisasi.
Subscribe to:
Posts (Atom)



